MilkyWay27

Believe, Steadfast, Success

Talbis Iblis – (3)

Tinggalkan komen

Begitulah yang dibuat sang abid tadi untuk beberapa waktu. Kemudian datang lagi syaitan membisikkan sesuatu yang lebih baik daripada itu dan akan membuahkan pahala yang lebih besar lagi, seraya menghasutnya seterusnya: “Kalau engkau tambah sedikit, lalu engkau bawakan makanan itu ke dalam rumah perawan itu, tentu itu akan melebihkan pahalamu!” Maka dia pun membawa makanan itu dan meletakkannya sekali di dalam rumah.

 

Sesudah berlalu beberapa waktu, maka syaitan pun menghasutnya lagi, seraya membisikkan: “Engkau sudah masuk di dalam rumah, mengapa engkau tidak bertegur sapa dan bercakap sekali kepadanya, bukankah itu akan menimbulkan kemesraan kepadanya, kerana perawan itu duduk seorang diri tiada siapa yang dapat bercakap-cakap kepadanya, tentu dia merasa bosan duduk keseorangan begitu!”

 

Maka sang abid pun berbicaralah kepada si perawan itu dari atas rumah ibadatnya serta melihatnya dari situ untuk beberapa waktu.

 

Kemudian datang pula iblis seraya membisikkan: “Kalau engkau berbicara kepadanya dari pintu rumah ibadatmu, dan dia pula dari pintu pondoknya, bukankah itu lebih baik dan lebih mesra?” Maka sang abid itu terpujuk untuk mahu turun dari tempat khalwatnya duduk di pintu rumah ibadatnya berbicara kepada si perawan itu yang duduk di pintu pondoknya. Demikianlah keadaan mereka berdua untuk beberapa waktu.

 

Kemudian datang lagi iblis untuk mengajar sang rahib menambah kebajikan dan pahala, bisiknya: “Apa salahnya kalau engkau pergi sekali ke pintu pondoknya dan bercakap-cakap dengannya di situ, tentulah itu lebih menggembirakannya!” Dan demikianlah yang dilakukan oleh si abid itu untuk beberapa waktu.

 

 Kemudian datang lagi iblis dan menggalakkannya untuk duduk di pintu pondok itu, dan biar si perawan itu duduk di dalam rumahnya, bukankah itu lebih baik? Lalu si abid tadi pun tunduk kepada bisikan itu, duduklah di pintu pondok itu, manakala si perawan duduk di dalam pondoknya.

bersambung…

Author: milkyway27

Aku adalah seorang insan yang hanya mengharapkan keredhaan Allah di dalam mengharungi kehidupan dunia yang sementara ini. Namun aku menyedari bahawa untuk mendapat kasih dan rahmah Allah itu memerlukan pengorbanan yang tinggi yang datang dari hati nurani yang ikhlas yang beribadat semata-mata kerana Allah, Rabbul 'Alamin.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s